BERITA

Monday, 21 October 2019 11:19 AM

Evaluasi Capaian Kinerja Ditjen Bimas Katolik

Evaluasi Capaian Kinerja Ditjen Bimas Katolik

Jakarta (DBKat) - SAKIP sebagai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, dapat mewujudkan pemerintahan bersih dan bebas KKN. SAKIP dapat diimplementasikan melalui integrasi sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.

Instrumen yang digunakan terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu: Renstra (Rencana Strategis), Renja/RKT (Rencana Kinerja), Perkin (Perjanjian Kinerja), Pengukuran Kinerja - IKU (Indikator Kinerja Utama), Evaluasi, dan Pelaporan Kinerja.

“Melalui implementasi SAKIP, banyak instansi pemerintah mengalami perbaikan, karena semakin efisien dan akuntabel dalam penggunaan anggaran, serta mampu menetapkan ukuran dan target kinerja secara jelas,” kata Dr. Ade Irma Solihah, S.Psi, M.Si, QIA,  Kepala Subbagian Tata Usaha Inspektorat Wilayah IV–Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, selaku narasumber pada kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja Ditjen Bimas Katolik di Hotel Ibis Tamarin Jakarta.

Implementasi SAKIP secara konsisten diyakini dapat meningkatkan capaian kinerja instansi pemerintah sehingga berdampak pada reward yang diterima Aparatur Kementerian/Lembaga; tegas Ade Irma lebih lanjut.  Ade irma, membedah hasil evaluasi SAKIP Ditjen Bimas Katolik tahun 2019 dihadapan para peserta yang terdiri dari pejabat eselon III, pejabat eselon IV, pejabat fungsional umum di lingkungan Ditjen Bimas Katolik.  

Menurut data Inspektorat tahun 2019 nilai SAKIP Ditjen Bimas Katolik adalah 79,91, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni tahun 2018 sebesar 79,76, jelas Ade Irma selaku narasumber. Lebih jauh, Kasubbag Tata Usaha Inspektorat Wilayah IV ini mengharapkan agar Ditjen Bimas Katolik semakin meningkatkan laporan kinerja yang menjelaskan analisis efisiensi penggunaan sumber daya terkait rencana dan realisasi serta menindaklanjuti catatan hasil evaluasi serta rekomendasi yang diberikan.

Pada kesempatan lain Dr. H. Muharam Marzuki, M.A., Ph.D, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama dalam nada yang sama menegaskan perihal implementasi SAKIP melalui pengukuran kinerja antara lain terkait Kesalehan Sosial, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (2019) memberi batasan tentang Kesalehan Sosial sebagai sikap dan tindakan pemeluk agama dalam mengimplementasikan ajaran agama yang mencerminkan kepedulian sosial, menghormati keberagaman (kebhinnekaan), berbudi pekerti,  menjaga kelestarian lingkungan, dan patuh pada aturan negara serta norma kemasyarakatan, tegas H. Muharam..

Melalui sebuah penelitian ke 40 kabupaten kota yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95%, dan Margin of Error 2.1%, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama 2019 memberikan rekomendasi sebagai berikut: Dalam Hal Kepedulian Sosial agama Katolik mendapat nilai 80,871. Sedangkan pada bagian Relasi Antar Manusia/Menghormati Keberagaman (Kebhinnekaan) mendapat nilai 88,938. Lebih lanjut pada bagian Etika dan Budi Pekerti agama Katolik mendapat nilai, 88,406. Sedangkan pada nilai Kelestarian Lingkungan mendapat nilai 72,388. Dan yang terakhir, pada bagian Patuh pada Aturan Negara serta Norma Kemasyarakatan mendapat nilai 82,305. Dengan demikian, nilai atau Indeks Kesalehan Sosial Agama Katolik adalah 82,581.

Melalui kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja Ditjen Bimas Katolik yang dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 16 s.d. 17 Oktober 2019, dapat menemukan langkah strategis demi meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) yang semakin baik. (Dian)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 70.81K