BERITA

Thursday, 24 October 2019 11:32 AM

Ditjen Bimas Katolik Ikuti Pameran SAIK 2019 di Babel

Karyawan/i Kemenag tampil dengan kostum rohaniwan enam agama (DBK/Ika Sakeng)

Pangkalpinang (DBKat) - Direktorat  Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, bersama 32 lembaga pemerintahan dan kementerian mengikuti pameran Sinergi Aksi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tanggal 23 - 25 Oktober 2019.

Hari ini, Direktur Jenderal Informasi dan Pelayanan Publik Kemenkominfo, Widodo Muktiyo mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate secara resmi membuka kegiatan Sinergi Aksi dan Komunikasi Publik (Saik) 2019 di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (24/10).

"Saya mewakili Bapak Menkominfo secara resmi membuka SAIK 2019 di Provinsi Kepulauan Babel," kata Widodo Muktiyo saat membuka Saik 2019 di Pangkalpinang, Kamis (24/10).

Ia mengatakan kegiatan SAIK 2019 yang diikuti kementerian, lembaga, BUMN, diskominfo, humas provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia ini memiliki peranan yang sangat penting di tengah Bangsa Indonesia memasuki peradapan teknologi informasi dan komunikasi.

"Kami mewakili Kemenkominfo mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kepulauan Babel, atas kerja sama terselenggaranya SAIK 2019 di Pangkalpinang," ujarnya.

Menurut dia saat ini Bangsa Indonesia sudah memasuki teknologi kominfo, yakni masyarakat mendapatkan kemudahan, tetapi juga menghadapi ancaman dan tantangan terhadap teknologi tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah telah meresmikan Palapa Ring untuk menyatukan masyarakat Indonesia lewat internet melalui proyek tersebut.

"Saat ini ada 500 kabupaten/kota dan 34 provinsi di Indonesia sudah terhubung atau terkoneksi. Namun tantangannya, bagaimana masyarakat untuk memanfaatkan teknologi ini sebagai sarana yang positif," katanya.

Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah mengucapkan terima kasih kepada Kemenkominfo, karena kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Indonesia khususnya Babel untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi informasi dengan baik.

"Dengan adanya SAIK tahun ini, tentu akan mendorong dan memotivasi pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan pembangunan dan sumber daya manusia masyarakat," katanya.

"Kita berharap pameran SAIK 2019, masyarakat khususnya generasi muda diera milenial ini dapat mengetahui berbagai program pemerintah dalam memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa," kata Direktur Jenderal Informasi dan Pelayanan Publik Kemenkominfo, Widodo Muktiyo di Pangkalpinang, Rabu (24/10).


Kegiatan pameran diikuti 32 lembaga dan kementerian serta 75 peserta dari Diskominfo provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, sehingga penyelenggaraan SAIK 2019 lebih semarak dan sukses dalam mengkolaborasi komunikasi untuk memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa.

"Kami berharap masyarakat Bangka Belitung untuk datang ke pameran ini untuk menyaksikan berbagai produk-produk yang dikerjakan kementerian dan lembaga pemerintahan," ujarnya.

Menurut dia jika masyarakat tidak mengetahui apa yang telah dikerjakan kementerian dan lembaga ini, maka bisa jadi masyarakat bersikap lain. Namun jika masyarakat mengetahuinya, tentu Indonesia tentu akan menjadi negara yang kuat, tangguh dan maju.

"Kami mengharapkan kepada masyarakat Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang untuk menyempatkan waktunya menghadiri acara ini," katanya.

Ia berharap Kepala Diskominfo provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia yang hadir untuk melakukan kerja sama, rapat kerja untuk berkonsulidasi, karena ini merupakan kegiatan komunikasi agar masyarakat dan pemerintah untuk bergotong royong membangun bangsa.

"Kegiatan ini menjadi sarana bagi pemerintah dan masyarakat, agar apa-apa yang telah dilakukan selama ini dapat diketahui secara baik oleh seluruh masyarakat," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ditjen Bimas Katolik memamerkan produk Ditjen dalam bentuk cetakan yakni Majalah Bimas Katolik, Profil Layanan Lembaga, Paper Bag, dan beberapa buku yang termasuk dalam kegiatan pengadaan TA 2019.

Sebagai ciri khas kerukunan, Ditjen Bimas Katolik juga turut tampil dalam peragaan kostum rohaniwan enam agama yang dilayani negara. Salah seorang karyawan mengenakan pakaian Imam (Pastor) sebagai simbol kerukunan dan keberagaman agama, serta mendukung program kegiatan Moderasi Beragama yang dicanangkan Kementerian Agama.

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 70.84K