RENUNGAN

Tuesday, 29 January 2019 09:31 AM

Bangkit Bergerak Mewartakan Kabar Sukacita Injil

Bangkit Bergerak Mewartakan Kabar Sukacita Injil

RENUNGAN HARIAN KATOLIK
LITURGI TAHUN C/I
PERINGATAN WAJIB 
SANTO TIMOTIUS DAN TITUS
SABTU, 26 JANUARI 2019
“Bangkit Bergerak Mewartakan Kabar Sukacita Injil”
(Luk 10:1-9)

1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Demikianlah sabda Tuhan

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus!!!
Hari ini, Gereja memperingati wafatnya Santo Timotius dan Titus. Timotius dilahirkan di Listra Asia Kecil. Timotius adalah murid kesayangan rasul Paulus. Timotius pergi kemana pun Paulus pergi, hingga ia menjadi Uskup Efesus. Timotius tinggal di Efesus untuk menggembalakan jemaat-Nya. Sama seperti St. Paulus, Timotius juga wafat sebagai martir.
Selain sosok Timotius, tokoh misi yang juga terkenal masa itu adalah Titus. Awalnya, Titus adalah seorang kafir, bukan Yahudi dan tidak percaya kepada Tuhan. Ia pun juga menjadi murid Paulus. Paulus tanpa ragu mengutusnya dalam banyak “misi” kepada komunitas-komunitas Kristiani. Titus membantu umat memperteguh iman mereka kepada Yesus. Ia juga mampu memulihkan perdamaian apabila terjadi perselisihan di antara jemaat Kristiani. Titus dianugerahi karunia istimewa sebagai pembawa damai. Paulus mengangkat Titus sebagai Uskup di Pulau Kreta, di mana ia tinggal hingga akhir hayatnya. Timotius dan Titus menyadari bahwa panggilan untuk mewartakan Injil adalah sebuah keharusan, karena Kabar Gembira mesti dialami oleh semua orang. 


Bacaan Injil hari ini sungguh tepat untuk menggambarkan hidup spiritual Timotius dan Titus. Penulis Injil menurut Lukas 10:1-9 membentangkan cerita perihal panggilan tujuh puluh murid oleh Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah. Pelayanan itu mendesak dan penuh bahaya. Oleh karena itu, mereka harus waspada, sebab mereka bagaikan "anak domba yang diutus ke tengah-tengah serigala" (ayat 2-3). Para murid yang telah dipanggil oleh Yesus betul-betul memberikan diri dan menyerahkan hidup secara total demi panggilan mulia ini. Segala sesuatu yang menghalangi proses panggilan, mereka harus abaikan. Mereka mesti memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan juga tidak boleh menyibukkan diri dengan segala keperluan yang harus mereka bawa, sebab hal itu adalah urusan sekular yang mesti dihindari oleh seorang pengikut Kristus. Meskipun pengorbanan para murid ini begitu besar, namun mereka tidak selalu menerima respon positif dari para pendengarnya. Mereka kerapkali akan mengalami penolakan yang mengecewakan (ayat 10-11). Namun demikian, mereka harus tetap memberitakan Kerajaan Allah dan juga menyembuhkan orang sakit. Bila berita itu ditolak, maka haruslah diucapkan suatu peringatan mengenai hukum Allah. Yesus menyiratkan betapa berarti dan mulianya penugasan itu, karena penerimaan terhadap mereka diidentikkan dengan penerimaan terhadap Allah sendiri. “Barangsiapa mendengarkan kamu ia mendengarkan Aku dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan yang menolak Aku ia menolak Dia yang mengutus Aku”. Ini puncak penugasan sekaligus jaminan dan dukungan Yesus yang tanpa henti bagi gerakan pewartaan Injil. 
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus!!!


Lewat Baptisan, kita diangkat menjadi murid Kristus. Keterpilihan ini mengandung konsekuensi bahwa kita harus siap diutus dalam misi Kristus. Seperti padi yang sudah menguning dan membutuhkan penuai, begitu pula ladang Tuhan membutuhkan pekerja. Mendesaknya misi Tuhan Yesus ke dunia, menyadarkan kita bahwa misi itu ditujukan untuk semua orang, dan harus segera dilakukan! Meskipun terbayang ancaman dalam menjalani tugas ini, namun penyertaan dan dukungan dari Tuhan Yesus kiranya menghilangkan keraguan kita. "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit", demikian pesan Yesus. Pejuang kebenaran atau yang sungguh-sungguh bermental dan bermoral kuat atau menghayati spiritualitas dengan setia dan taat tampaknya tidak banyak. Karenanya, kemungkinan banyak orang merasa takut. 


Kita juga hendaknya meneladani semangat pewartaan Santo Timotius dan Titus yang rela memberikan seluruh hidupnya demi menyebarkan “Kabar Gembira” Kristus. Jangan takut untuk menjadi penuai atau pejuang kebenaran, Allah tetap beserta kita.
Tuhan memberkati dan melindungi kita, serta memberikan kita damai sejahtera.

(Arosi Bartholomeus)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 43
Total Hits : 46.34K