PEDULI SATU SAMA LAIN

Top Right Image

Gambar 1: Pojok Renungan Harian Penyuluh Agama Katolik

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,

Dalam hidup sehari-hari, kita sering melihat dan bertemu dengan saudara-saudari kita yang sakit dan menderita serta berada dalam situasi yang penuh dengan keterbatasan. Dalam keterbatasannya itu, ia hanya bisa pasrah dengan keadaan dan terkadang harus berusaha sendiri karena tidak ada orang yang membantunya.


Injil hari ini mengisahkan mukjizat penyembuhan yang terjadi di Betesda kepada seorang yang telah lama menderita sakit, yaitu tiga puluh delapan tahun. Dalam peristiwa tadi, orang yang sakit itu tidak bisa turun ke kolam karena tidak ada orang yang mau menurunkan dirinya. Tidak ada orang yang peduli terhadap dirinya. Tetapi Yesus hadir sebagai pribadi yang peduli dengan orang-orang di sekitarnya, khususnya yang menderita. Ia datang memberikan perhatian dan kesembuhan kepada orang yang sakit itu tanpa harus membawanya masuk ke dalam kolam.

 

Sikap peduli seperti yang dilakukan Yesus kepada sesama yang lemah dan menderita, sudah mulai pudar di masyarakat kita. Orang berlomba-lomba meraih keberhasilan yang luar biasa dan tanpa sadar mulai membangun sikap cinta diri yang berlebihan dalam hidupnya. Semangat tolong-menolong juga perlahan mulai padam. Ada rasa malu dan segan untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan kita. Bisa jadi karena keterbatasannya, bisa jadi juga karena situasinya lagi sulit. Sikap yang lebih fatal lagi yaitu ada orang yang memang tidak mau menolong karena tidak mau repot dengan hidup orang lain dan tidak mau peduli dengan penderitaan orang lain.


Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,

Kita yang adalah murid-murid Yesus di zaman ini, mungkin kita pun sering bersikap masa bodoh, tidak mau tahu, dan tidak mau membantu mereka yang sedang sakit dan menderita. Kita bersikap cuek dan sering kali tidak mau menyapa mereka dengan penuh perhatian. Maka, bersama dengan komunitas kita masing-masing, kita dipanggil untuk memberikan perhatian kepada orang-orang di sekitar kita, terlebih mereka yang sakit dan menderita. Kita diundang oleh Yesus untuk ikut meneladani-Nya, menjadi pribadi-pribadi yang mampu menjadi perpanjangan tangan kasih Allah lewat tindakan yang nyata serta mengembangkan sikap peduli kepada orang lain yang sedang mengalami penderitaan. 


Pada masa Prapaskah ini, marilah kita lebih mencintai Tuhan dan lebih peduli kepada sesama. Dengan bantuan Tuhan, mari kita berusaha sungguh-sungguh untuk lebih mencintai sesama yang tidak berdaya dan membutuhkan pertolongan kita sebagai ungkapan cinta kita kepada Tuhan. Tuhan memberkati kita. Amin.

Survey Kepuasan Website Ditjen Bimas Katolik

Jenis kelamin*

Berapa umur anda (tahun)*

Apa pekerjaan anda*

(1) Aparatur Sipil Negara (ASN), (2) Pegawai Swasta, (3) Wiraswasta, (4) Rohaniwan, (5) Pelajar, (6) Lainya

Menu apa yang paling sering anda akses?*

Bagaimana pendapat anda terkait Website Ditjen Bimas Katolik?*

😔 Sedih 😃 Senang

Seberapa besar anda ingin merekomendasikan Website Ditjen Bimas Katolik? *

👎 Tidak rekomendasi 👍 Rekomendasi

Menurut anda, apa yang perlu ditingkatkan pada Website Ditjen Bimas Katolik? (opsional)

Skytsunami